Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

0
10

Muntah atau gastroenteritis menunjukkan infeksi bakteri, virus, dan parasit di saluran pencernaan yang menyebabkan seseorang terus muntah dan diare. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terkena. Untungnya, banyak obat yang tersedia untuk meredakan gejala sambil mempercepat proses penyembuhan. Jadi, apa saja obat muntah yang biasa digunakan?

Obat untuk meredakan gejala muntah

cara menyimpan obat padat

Gejala muntah seperti demam disertai sakit perut, mual, dan muntah dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Komplikasi paling rentan terjadi pada anak-anak dan orang tua.

Karena itu, Anda tidak boleh meremehkan kondisi ini. Periksa dengan dokter Anda jika Anda menduga Anda memiliki gejala muntah.

Beberapa rekomendasi obat untuk meringankan gejala muntah, termasuk:

1. Paracetamol

Nyeri perut yang parah mengindikasikan infeksi dari bakteri, virus, atau parasit yang menyebabkan muntah. Untuk meredakan gejala-gejala ini, Anda dapat menggunakan parasetamol. Selain meredakan sakit perut, obat ini juga bisa mengurangi demam.

Parasetamol umumnya aman digunakan di segala usia, baik anak-anak maupun orang tua. Gunakan obat ini untuk muntah ketika gejala muncul. Jika sudah membaik, Anda tidak perlu terus menggunakan obat.

Anda mungkin tahu bahwa penghilang rasa sakit juga dapat menggunakan NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid), seperti ibuprofen, naproxen, aspirin, atau diklofenak.

Meskipun fungsinya sama, obat ini dapat mengiritasi lapisan perut pada beberapa orang. Mengingat bahwa orang yang muntah memiliki infeksi saluran pencernaan, dikhawatirkan NSAID yang dapat menyebabkan iritasi akan memperburuk kondisi tersebut. Karena itu, kelas obat ini harus dihindari.

2. ORS

Dehidrasi yang merupakan komplikasi dari muntah, sebenarnya bisa dihindari. Salah satu cara efektif adalah segera mengganti cairan tubuh yang hilang. Namun, ini tidak hanya cukup dengan minum air putih saja. Karena air tidak mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh.

Akan lebih baik jika Anda minum oralit. ORS adalah solusi yang dibuat dari campuran air, gula, dan garam. Anda bisa mendapatkan obat ini dari apotek atau toko obat.

Namun, Anda juga bisa membuat sendiri oralit di rumah. Anda dapat membuat obat muntah ini dengan langkah-langkah berikut:

  • Sediakan 1 liter air
  • Tambahkan 3/4 sendok teh garam dapur
  • Campurkan 2 sendok makan gula dan aduk sampai rata

3. Obat anti diare

Infeksi membuat orang terkena muntah, akan mengalami buang air besar terus menerus dengan tinja berair. Diare ini tentu akan membuat Anda bolak-balik ke kamar mandi.

Untungnya, Anda dapat meredakan gejala muntah dengan obat anti diare. Contoh obat diare yang bisa Anda pilih, yaitu:

Loperamide

Loperamide adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati diare. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke usus dengan memperlambat pergerakan usus.

Obat untuk diare karena muntah tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan solusi. Biasanya loperamide diambil setelah Anda buang air kecil, tetapi tidak boleh melebihi jumlah yang tercantum pada label kemasan. Ingat, obat ini tidak boleh diberikan kepada anak di bawah 2 tahun.

Efek samping yang mungkin dirasakan setelah minum obat muntah adalah tubuh lemas dan sembelit.

Bismuth subsalisilat (pepto bismol)

Bismuth subsalisilat digunakan untuk mengobati diare dan sakit perut. Namun, obat ini hanya boleh digunakan oleh orang dewasa dan anak-anak. Obat untuk muntah juga dilarang untuk digunakan oleh wanita hamil dan menyusui karena memiliki risiko mengganggu perkembangan janin dan mengalir ke ASI.

Cara kerjanya adalah mengurangi aliran cairan dan elektrolit ke usus, meradang, dan membunuh organisme yang menyebabkan diare. Efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini adalah dering di telinga.

4. Antibiotik

Salah satu penyebab muntah adalah bakteri, salah satunya adalah Escherichia coli. Jika penyebabnya memang bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik. Tetapi jika penyebabnya adalah virus, antibiotik tidak diperlukan.

Antibiotik bekerja dengan menghambat pertumbuhan bakteri dan membunuh mereka sehingga infeksi tidak terus menyebar. Beberapa jenis obat antibiotik untuk mengobati muntah, termasuk:

  • Doksisiklin. Doxycycline diminum sekali atau dua kali sehari dan harus disertai dengan segelas air. Kemungkinan efek samping termasuk mulut kering, mual, dan muntah.
  • Ceftriaxone. Ceftriaxone tersedia dalam bentuk bubuk yang perlu dicampur dengan air saat diminum. Kemungkinan efek samping termasuk kelemahan tubuh dan sesak napas.
  • Ampisilin. Ampisilin tersedia dalam bentuk tablet dan cairan yang perlu disuntikkan. Kemungkinan efek sampingnya adalah mual, muntah, dan ruam pada kulit.

5. Suplemen probiotik

Situs web National Institute of Diabetes dan Digestive and Kidney Diseases mengatakan bahwa suplemen probiotik termasuk dalam daftar obat untuk muntah. Namun, hanya jika dokter meresepkannya.

Suplemen probiotik mengandung bakteri yang mirip dengan bakteri baik di usus. Kehadiran bakteri baik tentu akan meningkatkan kesehatan sistem pencernaan sehingga membuat proses pemulihan usus dari infeksi jadi lebih cepat.

Pemberian obat muntah disesuaikan dengan penyebabnya

penyebab resistensi antibiotik

Obat-obatan yang disebutkan di atas dapat ditemukan di apotek atau toko obat, baik dengan atau tanpa resep dokter. Bahkan, ada juga yang bisa Anda buat sendiri dengan bahan-bahan yang ada di rumah dan bisa Anda jadikan sebagai obat untuk pertolongan pertama.

Anda perlu tahu bahwa obat untuk muntah tidak boleh dikonsumsi secara asal. Alasannya, jika bakteri yang menyebabkannya, obat biasa tidak akan cukup efektif untuk mengatasi gejalanya. Bahkan, kondisinya bisa bertambah buruk.

Sebaliknya, menggunakan antibiotik saat virus menjadi penyebabnya, masalah kesehatan lain akan muncul, yaitu resistensi antibiotik.

Kondisi ini menunjukkan bahwa bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik sehingga pengobatan tidak akan efektif. Itu sebabnya, akan lebih baik jika Anda pertama kali memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Selain minum obat muntah, Anda juga diharuskan melakukan perawatan tambahan. Konsumsi makanan yang lunak dan tidak mengiritasi usus, misalnya bubur tanpa santan, pisang matang, dan apel dijus. Minumlah banyak air agar dehidrasi tidak terjadi.

Jangan lupa, istirahat cukup untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh pulih dari infeksi.

Posting Pilihan Obat-obatan yang Efektif untuk Menghilangkan Gejala Muntah muncul pertama kali di Hello Sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here