Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

0
17
Bu, Ini Tips Peralihan dari ASI ke Susu Formula

Transisi dari ASI ke susu formula mungkin tidak mudah. Beberapa kondisi kesehatan bayi mengharuskannya disapih dan menerima asupan dari susu formula.

Bisa jadi ketika mendapat rekomendasi untuk transisi ke susu formula ada banyak pertanyaan di benak ibu. Apakah ini akan berjalan dengan lancar? Apakah sistem pencernaannya cocok?

Tanda kapan bayi siap disapih

ASI adalah nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sayangnya ada beberapa kondisi yang mengharuskan bayi mendapatkan asupan dari susu formula, misalnya alasan kesehatan ibu atau bayinya.

Tantangan yang dihadapi bayi saat menjalani transisi dari ASI ke ASI adalah adaptasi dari proses menyusui. Ada beberapa bayi yang sulit disapih dan ada yang mudah melakukan transisi. Selanjutnya adalah tandanya bayi yang siap disapih.

  • Selalu rewel setiap kali diberi ASI
  • Sesi menyusui lebih lambat
  • Mudah teralihkan saat diberikan ASI
  • Mulailah bermain-main dengan payudara, seperti menggigit atau menarik puting susu
  • Menyusui tetapi tidak mengisap ASI

Jika ada tanda-tanda di atas, itu berarti bayi siap untuk memulai transisi dari menyusui dari payudara ibu ke botol yang berisi susu formula. Untuk bayi yang kesiapannya tidak diketahui, ibu perlu mengetahui kiat untuk memulai transisi dari ASI ke susu formula.

Kiat untuk beralih dari ASI ke susu formula

Bagaimana jika anak Anda sulit untuk beralih dari ASI ke susu formula? Apakah asupannya masih terpenuhi dengan baik? Untuk itu, ketahui tips tentang transisi ASI ke susu formula yang perlu Anda terapkan.

1. Berikan ASI sesekali susu formula

Jika memungkinkan kondisi bayi masih dapat disusui, cobalah untuk memberikan susu formula dalam botol sebentar-sebentar. Misalnya, kondisi ibu yang bekerja atau ASI sulit keluar. Trik ini memudahkan bayi untuk melakukan transisi dari ASI ke ASI.

2. Menyusui di tempat berbeda untuk transisi dari ASI ke susu formula

Jika Anda biasanya duduk di tempat yang sama saat menyusui, misalnya di ujung kasur atau sofa yang sama, cobalah menyusui bayi Anda di tempat lain.

Misalnya, di kursi yang berbeda. Metode ini memberikan suasana berbeda bagi anak Anda sebagai tanda bahwa ia akan disapih dan beralih ke minum susu formula dari botol.

Tetap membuat menyusui menyenangkan untuk anak-anak. Misalnya, ajak dia bercanda setelah menyusui, sehingga si anak bisa perlahan-lahan menerima masa transisi.

3. Pilih susu formula yang cocok

Ketika beralih dari ASI ke susu formula, ibu perlu tahu bagaimana ASI diproses. Namun sebelumnya tentukan susu formula untuk anak Anda, sebaiknya ibu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Biasanya dokter akan merekomendasikan susu yang dihidrolisis sebagian untuk memulainya. Karena formula terhidrolisis sebagian mengandung protein yang dipecah menjadi potongan-potongan kecil. Dengan begitu, protein lebih mudah dicerna.

Sebuah penelitian mengatakan bahwa susu yang dihidrolisis sebagian dapat menjadi permulaan atau starter ketika anak Anda beralih ke susu formula. Ini untuk meminimalkan risiko ketidakcocokan susu formula.

Saat memilih susu formula, ibu perlu memperhatikan kandungan konten laktosa di dalamnya. Ini penting, karena kadar laktosa yang tinggi dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada sistem pencernaan bayi. Sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya dikembangkan untuk mencerna laktosa.

Lebih aman jika ibu memilih susu formula yang ramah terhadap pencernaan anak, sambil memberikan asupan nutrisi yang optimal untuk mendukung pertumbuhan dan sistem kekebalan bayi.

Selalu ingat, sistem kekebalan yang kuat dimulai dengan pencernaan yang sehat. Jadi, ibu perlu berhati-hati dalam memilih susu formula untuk bayi Anda.

4. Pentingnya zat besi dalam transisi dari ASI ke susu formula

Saat memilih susu formula, jangan lupa untuk memeriksa kandungan zat besinya. The American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar bayi di bawah 1 tahun yang tidak menerima ASI, lebih baik diberi susu formula yang mengandung zat besi. Konten ini dapat mencegah anemia. Karena zat besi adalah mineral penting yang memicu pembentukan sel darah merah baru.

Selain zat besi, pastikan ada nutrisi penting yang terkandung dalam susu formula, seperti asam folat, vitamin B, Omega 3 dan 6, kalsium, vitamin B1, B6, dan B12.

Kiriman Ma, Ini adalah transisi dari ASI ke susu formula yang muncul pertama kali di Hello Sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here