Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

0
19
Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak keduanya menyebabkan ruam merah pada kulit. Kadang-kadang orang merasa sulit untuk membedakan antara kedua penyakit ini karena gejala yang sama pada keduanya. Namun, sebenarnya kedua penyakit ini sangat berbeda. Lalu, apa perbedaan campak dan cacar air?

Perbedaan cacar air dan campak

Umumnya, cacar air dan campak terjadi pada anak-anak. Keduanya dapat dicegah melalui vaksinasi. Meski terlihat sama, nyatanya kedua penyakit itu sangat berbeda. Berikut ini adalah perbedaan antara cacar air dan campak dalam hal virus yang menyebabkannya, gejala, dan perawatannya.

  • Perbedaan penyebab virus

Cacar air dan campak adalah penyakit menular yang keduanya disebabkan oleh virus. Keduanya dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dan sama-sama menyebabkan ruam merah pada kulit. Namun, cacar air dan campak disebabkan oleh berbagai virus.

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Cacar air sangat menular pada orang yang belum pernah menderita penyakit ini atau belum menerima vaksin varicella. Penularan virus cacar air dapat terjadi melalui air liur, cairan yang dilepaskan saat batuk atau bersin, serta paparan cairan dari lepuh atau ruam yang muncul.

Tidak seperti cacar air, campak disebabkan oleh sekelompok virus paramyxovirus. Setelah tertular, virus yang menyebabkan campak akan menyebabkan infeksi pernafasan pertama, kemudian menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui aliran darah.

Penularan virus campak terjadi melalui cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin. Cairan ini kemudian mencemari udara dan dihirup oleh orang lain sehingga menjadi terinfeksi. Selain udara, penularan juga dapat terjadi jika virus dari orang yang terinfeksi menempel pada suatu objek. Kemudian, orang yang memegang benda menyentuh langsung wajah, hidung, atau mulut.

  • Perbedaan gejala

Meski serupa, ada perbedaan gejala antara campak dan cacar air. Pada cacar air, penderitanya tidak langsung merasakan gejala setelah penularan terjadi. Gejala cacar air akan terjadi setelah 1-2 hari terpapar virus. Selama ruam atau lepuh belum kering, penderita cacar air masih berisiko menularkan virus ke orang lain.

Berikut gejala-gejala yang umumnya terjadi pada penderita cacar air:

  • Demam.
  • Pusing.
  • Lelah.
  • Tidak nafsu makan.
  • Ruam merah dan gatal yang berbentuk lepuh dan dipenuhi cairan di kulit mulai dari dada, wajah, dan punggung. Dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Umumnya, cacar air menyerang anak-anak. Namun, bahkan orang dewasa yang belum pernah mengalaminya pun rentan tertular penyakit ini. Meskipun diklasifikasikan sebagai infeksi ringan, cacar air juga dapat menyebabkan kondisi medis yang lebih serius, seperti pneumonia, radang otak, atau sindrom Reye.

Perbedaan antara cacar air dan campak adalah bahwa gejala campak umumnya hanya muncul dalam 10-12 hari setelah terpapar virus. Gejala-gejala berikut umumnya terjadi pada penderita campak:

  • Demam.
  • Batuk kering.
  • Hidung beringus.
  • Sakit tenggorokan.
  • Mata merah.
  • Bintik putih di mulut.
  • Ruam merah yang dimulai di kepala atau dahi, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Meskipun sering terjadi pada anak kecil, campak juga dapat menginfeksi orang dewasa yang belum menerima vaksin campak. Pada orang dewasa di atas usia 20, campak dapat menyebabkan komplikasi, seperti radang paru-paru, radang otak, dan kebutaan.

  • Perbedaan pengobatan

Pengobatan cacar air dan campak berfokus pada meredakan gejala sampai infeksi sembuh. Namun, perbedaan antara cacar air dan pengobatan campak adalah cacar air membutuhkan antihistamin atau salep topikal untuk mengurangi rasa gatal pada ruam merah.

Dikutip dari Garis kesehatan, jika komplikasi terjadi pada orang dengan cacar air, dokter akan meresepkan obat antivirus. Obat ini tidak menyembuhkan cacar, tetapi membuat gejalanya tidak terlalu parah dengan memperlambat aktivitas virus. Ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh pulih lebih cepat.

Sementara itu, virus dan gejala yang muncul pada penderita campak dapat menghilang dengan sendirinya dalam 2-3 minggu. Namun, dokter biasanya akan memberikan obat asetaminofen atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan suplemen vitamin A.

Selain itu, dokter umumnya juga akan meminta penderita campak untuk beristirahat, minum banyak air, dan bahkan menggunakan pelembab udara untuk mengobati batuk dan sakit tenggorokan.

Posting Apa Perbedaan Cacar Air dan Campak? muncul pertama kali di Hello Sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here