4 Kiat Jitu Agar Produksi ASI Tetap Lancar Meski Sedang Berpuasa

0
14

Berlari cepat tidak akan mengganggu kelancaran produksi ASI (ASI) pada ibu menyusui. Itu sebabnya, sebenarnya tidak ada larangan bagi ibu menyusui yang kondisi fisiknya sehat, untuk puasa selama sebulan penuh. Tapi tidak diragukan lagi. Saat berpuasa saat menyusui, Anda tentu ingin terus memberikan ASI yang cukup untuk anak Anda, bukan? Baiklah, mari kita lihat cara untuk menjaga produksi ASI tetap lancar bahkan saat puasa.

Kiat untuk meluncurkan produksi ASI selama puasa

Selama Anda sehat dan mampu berpuasa selama menyusui, itu sebenarnya baik-baik saja. Karena kualitas ASI akan tetap dipertahankan karena tubuh memiliki cara sendiri untuk menyesuaikan bahkan tanpa makan dan minum selama sekitar 13 jam.

Asupan nutrisi makro dan mikro yang Anda makan saat sahur dan berbuka puasa, akan dibagi berdasarkan kebutuhan mereka. Beberapa digunakan dan disimpan sebagai energi tubuh, sementara sisanya akan diberikan kepada bayi melalui ASI.

Agar produksi ASI tetap optimal dan lancar saat puasa, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Memenuhi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka

kandungan air

Diluncurkan dari situs web Australian Breastfeeding Association, kekurangan cairan atau dehidrasi yang parah dapat membuat pasokan susu berkurang. Akibatnya, kondisi tersebut tentu saja akan menghambat proses menyusui untuk anak Anda.

Tidak menutup kemungkinan, jumlah susu yang dihasilkan mungkin jauh lebih sedikit atau tidak sebanyak biasanya. Jika sudah begini, tentu saja asupan susu bayi kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, dehidrasi juga dapat mengganggu kadar normal garam, gula, dan berbagai mineral penting lainnya. Kondisi ini akan membuat berbagai fungsi organ tubuh terganggu, dan bahkan dapat menyebabkan efek buruk pada tubuh.

Karena itu, bahkan jika Anda sedang berpuasa, Anda masih harus minum banyak cairan saat sahur dan berbuka puasa untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dengan begitu, produksi susu bisa terpenuhi dengan baik saat puasa.

2. Istirahat yang cukup

tidur meringankan rasa sakit

Tidak jarang, beberapa ibu menyusui mengalami kurang tidur saat puasa. Ini karena mereka harus bangun di tengah malam ketika bayi lapar dan ingin menyusu, kemudian bangun lagi untuk makan. Kurang tidur biasanya akan membuat ibu menyusui kurang tidur dan mudah lelah.

Karena itu, sebisa mungkin cobalah mengoptimalkan waktu istirahat Anda setiap hari. Paling tidak, dengan meluangkan sedikit waktu untuk tidur siang setelah selesai menyusui anak Anda, sehingga produksi ASI selama puasa tetap terjaga.

3. Tingkatkan lama waktu dan frekuensi menyusui

makan bawang putih saat sedang menyusui

Saat menyusui, tubuh secara alami akan merangsang saraf di puting untuk memicu refleks yang diturunkan. Refleks let down adalah suatu kondisi ketika otot-otot di payudara berkontraksi, sehingga ASI siap dilepaskan untuk bayi. Refleks turun melepaskan dua jenis hormon, salah satunya adalah oksitosin. Hormon oksitosin bertindak untuk membuat kontrak payudara sehingga memfasilitasi pelepasan ASI.

Selain itu, perlu untuk meningkatkan frekuensi menyusui. Anda harus menyusui sekali setiap 3 jam, jika Anda bekerja dan tidak mengizinkan menyusui langsung ke bayi Anda, cobalah mencari slot waktu untuk memompa ASI setiap 3 jam. Karena produksi ASI dalam tubuh akan mengikuti aturan "penawaran dan permintaan" yang berarti bahwa payudara akan menghasilkan lebih banyak ASI ketika bayi juga menyusui lebih sering, atau memompa sesuai jadwal.

Itulah mengapa semakin sering atau lebih lama Anda menyusui anak Anda saat puasa, semakin banyak produksi ASI.

4. Konsumsi makanan yang mendukung pengeluaran ASI

Beberapa jenis makanan diyakini dapat membantu memperlancar produksi ASI. Salah satu sumber makanan terkenal karena manfaatnya dalam produksi ASI adalah sayuran. Terutama sayuran dengan daun hijau, seperti daun katuk, kelor dan bayam.

Selain itu, almond, buncis, biji wijen, minyak atau biji rami, dan jahe juga dianggap baik untuk membantu produksi susu. Anda tidak perlu khawatir, karena rasa alami dari sumber makanan ini tidak akan mempengaruhi rasa ASI yang diminum bayi.

Untuk membuatnya lebih mudah, Anda bisa mengolah sumber makanan ini menjadi hidangan lezat untuk makan sahur atau berbuka puasa. Namun, harus diingat bahwa konsumsi makanan untuk memfasilitasi produksi ASI selama menyusui juga harus disertai

Posting 4 Kiat Yang Tepat untuk Menjaga Produksi ASI Tetap Halus Saat Berpuasa muncul pertama kali di Hello Sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here